Selasa, 09 Maret 2021

Pemurnian Garam Dapur


Garam merupakan salah satu komoditas strategis, karena selain merupakan kebutuhan pokok manusia, garam juga digunakan sebagai bahan baku industri. Pemenuhan kebutuhan pokok manusia, garam yang digunakan adalah garam konsumsi, Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan industri adalah garam industri. Perbedaan garam konsumsi dan garam industri adalah kandungan NaCl natrium klorida pada garam. Garam konsumsi mempunyai kandungan NaCl sebesar 94%, sedangkan garam industri memiliki kandungan NaCl sebesar 97%. Dengan kata lain kandungan air dari garam industri lebih sedikit dibandingkan garam konsumsi.

Pada percobaan yang dilakukan oleh praktikan diawali dengan 18 gram garam dapur dengan 0,5 liter aquades yang dilarutkan sampai larutan pelarut. Kemudian memasukkan gas HCl kedalam larutan garam supaya menjadi jenuh. Gas HCl dibentuk dengan cara memasukkan H2SO4 pekat ke dalam corong pisah. Dipanaskan kristal garam dapur sambil dialirkan oleh H2SO4 pekat dari corong pisah. Pada saat terjadi reaksi antara H2SO4 dan garam dapur, terbentuk gelembung gas pada kristal garam dan gas yang terbentuk adalah gas HCl. Gas HCl kemudian mengalir melalui kondensor menuju yang berisi larutan garam jenuh, dan apabila kristal garam yang terbentuk pada erlenmeyer berisi larutan garam sudah cukup banyak, maka percobaan dihentikan. Kelebihan gas HCl ditampung pada erlenmeyer yang telah dihubungkan dengan jembatan garam pada erlenmeyer lain titik Setelah kristal dapur sudah banyak, percobaan dihentikan dan kristal disaring dengan cara dekantasi.

Hasil yang diperoleh dari percobaan ini adalah pada saat dipanaskan dan dialirkan H2SO4 terbentuk gas HCl. Adapun warna kristal garam dapur pada erlenmeyer adalah putih dan cairan yang dihasilkan berwarna kuning. Warna larutannya kuning gas HCl yang terbentuk mengalir pada kondensor yang berubah menjadi cairan yang ditampung pada erlenmeyer yang berisi garam dapur jenuh. Gas HCl lama-kelamaan berubah menjadi Cairan yang berada pada erlenmeyer  berisi garam jenuh.

Penambahan H2SO4 yang berfungsi sebagai pereaksi yang bereaksi dengan garam dapur menghasilkan gas HCl. Fungsi pemanasan adalah untuk mempercepat reaksi yang terjadi antara H2SO4 dengan garam dapur. Adapun fungsi pendinginan pada kondensor adalah untuk merubah gas HCL yang terbentuk menjadi cairan yang akan ditampung pada Erlenmeyer. Adapun aliran kondensor yang dibuat dari bawah ke atas bertujuan agar kondensasi atau pendinginan berlangsung secara maksimal sehingga tidak terdapat ruang kosong pada kondensor. Gas HCl akan dialirkan melalui jembatan garam Sehingga nantinya akan terbentuk endapan NaCl pada larutan garam jenuh. Adapun fungsi dari larutan garam jenuh adalah untuk mengkondisikan supaya terjadi kesetimbangan antara NaCl menjadi Na+ dan Cl-. Dari percobaan yang dilakukan terbentuk reaksi sebagai berikut :

H2SO4 (aq) + 2 NaCl (s) → Na2SO4 (aq) + 2 HCl (g)

Pada percobaan ini garam dapur yang terbentuk pada erlenmeyer yang berisi larutan garam jenuh adalah NaCl. Pembentukan NaCl kristal ini disebabkan adanya kesetimbangan pada NaCl jenuh. Kesetimbangan dalam konteks ini adalah kesetimbangan kelarutan (KsP). Pada NaCl jenuh, maka QsP > KsP. Apabila NaCl jenuh ini ditambahkan HCl dari hasil kondensasi maka terjadi penambahan ion senama pada NaCl jenuh, yaitu penambahan ion CL-, yang mengakibatkan ion CL- dari kesetimbangan NaCl yang dapat ditulis persamaan reaksinya sebagai berikut

NaCl (s) → Na+ (aq) + CL- (aq)

Maka QsP dari NaCl akan lebih besar dari KsP, dan karena produk Na+ dan CL-bertambah besar dan pada larutan terjadi kesetimbangan. Maka kesetimbangan akan bergerak ke arah reaktan, yaitu pembentukan NaCl padatan titik sehingga pada percobaan ini terbentuk hasil akhir yang berupa endapan garam dapur NaCl.

Ekstraksi Tembaga

Ketika logam seng (kepingan) dimasukkan kedalam larutan tembaga sulfat, ion ion tembaga dalam larutan CuSO 4 direduksi menjadi logam Cu s...