Garam
merupakan salah satu komoditas strategis, karena selain merupakan kebutuhan
pokok manusia, garam juga digunakan sebagai bahan baku industri. Pemenuhan
kebutuhan pokok manusia, garam yang digunakan adalah garam konsumsi, Sedangkan
untuk memenuhi kebutuhan industri adalah garam industri. Perbedaan garam
konsumsi dan garam industri adalah kandungan NaCl natrium klorida pada garam.
Garam konsumsi mempunyai kandungan NaCl sebesar 94%, sedangkan garam industri
memiliki kandungan NaCl sebesar 97%. Dengan kata lain kandungan air dari garam
industri lebih sedikit dibandingkan garam konsumsi.
Pada
percobaan yang dilakukan oleh praktikan diawali dengan 18 gram garam dapur
dengan 0,5 liter aquades yang dilarutkan sampai larutan pelarut. Kemudian
memasukkan gas HCl kedalam larutan garam supaya menjadi jenuh. Gas HCl dibentuk
dengan cara memasukkan H2SO4 pekat ke dalam corong pisah.
Dipanaskan kristal garam dapur sambil dialirkan oleh H2SO4 pekat
dari corong pisah. Pada saat terjadi reaksi antara H2SO4 dan
garam dapur, terbentuk gelembung gas pada kristal garam dan gas yang terbentuk
adalah gas HCl. Gas HCl kemudian mengalir melalui kondensor menuju yang berisi
larutan garam jenuh, dan apabila kristal garam yang terbentuk pada erlenmeyer
berisi larutan garam sudah cukup banyak, maka percobaan dihentikan. Kelebihan
gas HCl ditampung pada erlenmeyer yang telah dihubungkan dengan jembatan garam
pada erlenmeyer lain titik Setelah kristal dapur sudah banyak, percobaan
dihentikan dan kristal disaring dengan cara dekantasi.
Hasil
yang diperoleh dari percobaan ini adalah pada saat dipanaskan dan dialirkan H2SO4
terbentuk gas HCl. Adapun warna kristal garam dapur pada erlenmeyer
adalah putih dan cairan yang dihasilkan berwarna kuning. Warna larutannya
kuning gas HCl yang terbentuk mengalir pada kondensor yang berubah menjadi
cairan yang ditampung pada erlenmeyer yang berisi garam dapur jenuh. Gas HCl lama-kelamaan
berubah menjadi Cairan yang berada pada erlenmeyer berisi garam jenuh.
Penambahan
H2SO4 yang berfungsi sebagai pereaksi yang bereaksi
dengan garam dapur menghasilkan gas HCl. Fungsi pemanasan adalah untuk
mempercepat reaksi yang terjadi antara H2SO4 dengan garam
dapur. Adapun fungsi pendinginan pada kondensor adalah untuk merubah gas HCL
yang terbentuk menjadi cairan yang akan ditampung pada Erlenmeyer. Adapun
aliran kondensor yang dibuat dari bawah ke atas bertujuan agar kondensasi atau
pendinginan berlangsung secara maksimal sehingga tidak terdapat ruang kosong
pada kondensor. Gas HCl akan dialirkan melalui jembatan garam Sehingga nantinya
akan terbentuk endapan NaCl pada larutan garam jenuh. Adapun fungsi dari
larutan garam jenuh adalah untuk mengkondisikan supaya terjadi kesetimbangan
antara NaCl menjadi Na+ dan Cl-. Dari percobaan yang
dilakukan terbentuk reaksi sebagai berikut :
H2SO4
(aq) + 2 NaCl (s) → Na2SO4 (aq) + 2
HCl (g)
Pada
percobaan ini garam dapur yang terbentuk pada erlenmeyer yang berisi larutan
garam jenuh adalah NaCl. Pembentukan NaCl kristal ini disebabkan adanya kesetimbangan
pada NaCl jenuh. Kesetimbangan dalam konteks ini adalah kesetimbangan kelarutan
(KsP). Pada NaCl jenuh, maka QsP > KsP. Apabila NaCl jenuh ini ditambahkan
HCl dari hasil kondensasi maka terjadi penambahan ion senama pada NaCl jenuh, yaitu
penambahan ion CL-, yang mengakibatkan ion CL- dari
kesetimbangan NaCl yang dapat ditulis persamaan reaksinya sebagai berikut
NaCl
(s) → Na+ (aq) + CL- (aq)
Maka
QsP dari NaCl akan lebih besar dari KsP, dan karena produk Na+ dan
CL-bertambah besar dan pada larutan terjadi kesetimbangan. Maka
kesetimbangan akan bergerak ke arah reaktan, yaitu pembentukan NaCl padatan
titik sehingga pada percobaan ini terbentuk hasil akhir yang berupa endapan
garam dapur NaCl.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar